Oh… Kalianda

Menuju kota Kalianda kurang lebih 1 jam perjalanan dari Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, kota kecil yang indah dan udara yang bersih belum begitu tercemar oleh polusi, Kalianda yang merupakan ibukota dari Lampung Selatan kini ada kemajuan dan perkembangan meskipun tidak sepesat kota kecil lain yang sedang berkembang di Indonesia.
Dibulan mei yang lalu tepatnya tgl. 9-10 mei 2009, saya melakukan PULKAM alias pulang kampung diikuti oleh beberapa teman yang kebetulan ingin tahu tempat tinggal dan tanah kelahiran ku yaitu di desa Canti kec.Rajabasa Lampung Selatan. desa kecilku yang terletak kurang lebih 10km dari kota Kalianda, desa yang berada di kaki gunung rajabasa dan pantai yang indah disekelilingnya sehingga teman-teman yang ikut bersama merasa senang karena mereka menyukai suasana seperti yang ada di desa tempat tinggal ku.

Perjalanan kami menuju Kalianda – Lampung menghabiskan waktu kurang lebih 7 jam, 2 jam perjalanan menuju pelabuhan Merak – Banten, 2,5 jam berlayar di selat sunda dan 1,5 jam menuju tempat penginapan (Hotel Wayurang) perjalanan malam membuat tidak terasa untuk dilalui karena kondisi jalanan tidak begitu ramai dan macet, dan memberi banyak waktu untuk istirahat menunggu pagi tiba.

dari pagi sampai sore kami menghabiskan waktu bermain dipantai sambil menikmati pemandangan dan merasakan segarnya berenang diair laut yang masih belum tercemar oleh sampah dan sambil menikmati makanan khas Lampung seperti kemplang, otak-otak ikan, dan ikan bakar yang masih segar sampai matahari terbenam.
Malampun tiba, meskipun waktu baru menunjukkan pkl. 9 malam. desa Canti ku ini sudah mulai sunyi dan sepi dari kegiatan kehidupan masyarakat karena pada umumnya penduduk Canti mayoritas petani, sehingga malam waktunya untuk berkumpul bersama keluarga dan istirahat dirumah. terbiasa dengan keramaian kota metropolitan teman-teman coba untuk mencari sesuatu supaya malam tidak terlewatkan begitu saja. diputuskan pergi ke Krakatoa Nirwana Resort (obyek wisata yang tidak kalah bagusnya dengan wisata pantai lain dipulau jawa & bali), tetapi karena waktunyapun malam sehingga hanya ada hiburan dgn DJ -lokal sehingga satu-satunya cara harus ke Kalianda, kebetulan ada pasar malam di lapangan Raden Intan, pasar rakyat yang kadang-kadang diadakan oleh pemerintah atau brand yang sedang melakukan promosi yach… lumayan dari pada lumanyun. karena temanya jalan-jalan terus makan-makan (semboyan milis jalansutra.com) akhirnya dilanjutkan dengan makan malam.

Hari ini rencana perjalanan ke Gunung anak Krakatau, pagi sekali semua pada siap-siap dan menyempatkan mandi di Waybiah, mata air yang sangat jernih yang ada di desa canti sangat dingin dan membuat perut tambah lapar akhirnya makan nyeruit meskipun baru pkl. 8 pagi tapi untuk makan-makan tetap selera tinggi. lalu sangat disayangkan karena kondisi yang tidak memungkinkan dan himbauan pemerintah untuk tidak mendekati Gunung anak Krakatau karena status siaga, akhirnya untuk melihatnya hanya dari kejauhan dari tepi pantai gunung Galugah, penduduk menyebutnya gunung botak atau pantai wartawan yang keunikan terdapat sumber air panas yang ada dibebatuan pantai. sampai siang dan akhirnya harus bersiap-siap kembali ke Jakarta. 
sebelum sampai ke Pelabuhan Bakauheni sempat mampir ke Tugu Menara Siger (monasnya Lampung) karena tempatnya pun tidak jauh dari Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni.

Akhirnya …. harus kembali………….
Oh… Kalianda saya pasti akan kembali
-
Terkini
-
Tautan
-
Arsip
- Oktober 2010 (1)
- Februari 2010 (1)
- Juli 2009 (1)
- Juni 2009 (2)
- Mei 2009 (2)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS